• 23

    Sep

    4 aang

    Manakala ku ingat ulah nakalmu Sifat manja dan kekanak kanakanmu Aku marah, aku belai dan ku tersenyum melihat tingkahmu Aku bersedih melihat kau menagis melepas kepergianku Aku tahu adikku kesepian yang kau rasakan Aku juga pernah sepertimu Ku sebrangi laut ini untuk esok hari Sudah saatnya aku mencoba menempa diri Tunggu saja giliranmu nanti Aku ingin kau menjadi orang yang berguna Dan kita berdua dapat memberi senyum lebar dan rasa bangga pada ayah dan bunda Tak ada lagi luka atau tetesan air mata Ku harap semua berjalan seperti rencana
  • 11

    Sep

    M A R I B E R S U J U D

    Sebutlah nama Tuhanmu , Allahu Akbar. DIA lah yang menciptakan Dari air hina Dan merubahnya menjadi darah dan daging yang bertopang kerangka Lengkap dengan sukma. Ketahuilah , Itulah tanda kekuasaan Sang Pencipta Segala Tapi mengapa kesombongan melekat pada diri kita Mari , Sujudlah serendah-rendahnya raga Agar kita sadar Betapa agungnya Pencipta kita. By : Igaz Qasta
  • 31

    Aug

    M E N G A P A

    Bila sudah tak dapat melihat gajah di pelupuk mata Buat apa ambil teropong , sekedar melihat kuman di balik gunung Haruskan lidah jadi sembilu , mengiris hati , membakar kalbu Memang manusia tidak sempurna Tapi mengapa tidak diraba , adakah yang kurang di dada Jangan kita terburu merasa bangga Karena kuasa , pintar dan kaya Sehingga lupa Harusnya kita menoleh , agar mengerti segala Adakah orang yang tertoreh , karena sikap dan sembilu kata Mengapa kita mesti membalik punggung , bila mengumpat dan mencela Tiada salah orang tersinggung , karena manusia adalah perasa Mengapa tak kita coba agar lebih bijaksana Karena umur yang bertambah dan usia yang berkurang Agar berkurang beban , bila ajal menjelang. by : Igas Qasta
  • 31

    Aug

    APA ADANYA

    Adakah rezeki hampir habis , hingga mereka terus mengais Apakah telah hilang tempat berkaca , hingga berlomba mencari muka Masih banyak hal yang nikmat , tapi mengapa banyak penjilat Carilah usaha yang wajar , hak orang jangan dikejar Kalau memang sudah tak sadar diri , mengapa harus mengobral janji. Kalaulah badan memang tak mampu , melihat orang bahagia jangan cemburu Bila tak enak rasa diperut , jangan muka jadi cemberut Lebih baik biasa saja , apa adanya
  • 28

    Aug

    P E R A S A A N

    Kurasakan kini , embun tak sesejuk dulu Matahari terasa makin dekat , panas bumi seakan makin menyengat. Mungkinkah ini hanya perasaan saja Karena hati terlanjur kecewa , Akibat ulah manusia. Sahabat, Ke mana kita harus bertanya , ketika melihat keadaan yang tak lagi tertata Porak poranda lantaran ulah kita , manusia. Kehidupan yang semakin jauh dari kewajaran Penuh keangkuhan , kebohongan , kepalsuan dan kemunafikan Dimana maksiat makin dipuji dan amal baik makin diuji. Mari kita lihat mereka yang di depan Tanpa berperang mengaku pahlawan Tak pernah kenal mengaku hafal . Sahabat , Apa yang kita perbuat Bila melihat borok ditutup rapat , dengan alasan itu aurat. Tetapi , Hati ini sudah terlanjur kecewa , Karena mereka , Yang menjadikan agama kedok belaka. Tuhan , Kuatkan kaki ini unt
Prev -

Author

Follow Me