• 17

    Mar

    Bukan Makluk Sosial

    Sahabat, kekasih dan prajurit yg setia Aku adalah raja yang merangkap segalnya Akulah orang pertama yg menyayangi kekasihku lbh dari yang lain Aku tersenyum kecut saat mereka semua dipuji Tidaklah sia-sia, kubelajar banyak dari kebalikan sifat mereka Semoga kita tak bertemu lagi
  • 22

    Nov

    Kerinduan Kampung Halaman

    Saat debu berterbangan di sekitarku Kurindu suasana sejuknya desa Saat kutatap pencakar langit yang megah Kurindu pondok kecil di tengah sawah Saat kudengar deru mobil dan bis kota Kurindu derap langkah di jalan setapak Saat kudengar gelak tawa kaum gedongan Kurindu suasana kesederhanaan Saat kuperhatikan sibuknya orang kota Kurindu ramahnya masyarakat desa Saat kudengar irama yang beraneka Kurindu suara margasatwa Saat kulihat, kutatap, kuperhatikan dan kudengar Aneka kegiatan kehidupan metropolitan Rinduku menggebu akan gelak canda keluarga besarku Dan celoteh dari mulut mungil adik kecilku Kini kubertanya dalam hati , kapan rinduku kan berakhir ? By : Igaz Qasta
  • 6

    Nov

    Kendala

    Detak jantungku tak berirama lagi Tulang sendiku terasa lepas Pandangan nanar , yang manis kurasa hambar Matahari terasa menggigit , rembulan terasa menyengat Langit pekat , angin pun enggan bergerak Mengapa ilmu terasa sukar Adakah api yang dapat membakar Semangatku Hasratku Gairahku Juga anganku Harapanku yang kini nyaris pudar Tertutup tabir yang samar. Bisakah aku lepas , bebas Memandang laut lepas Merangkul dan membuat bangga keluargaku , Mereka belahan jiwaku berada di seberang sana Yang kasat olehku , tapi subur di hatiku By : Qasta
  • 27

    Oct

    Keraguan dalam Hati

    Dengan hati yang terluka Kubawa seberkas harapan Menyeberangi laut lepas Akankan kemelut akan terbebasKarena membawa torehan luka Harapan hati bisa berbangga Kutinggalkan orang-orang yang kucinta. Tapi mengapa demikian Setelah sampai di tepian Ada keraguan dalam hati Tegakah aku nanti Apakah aku memang terluka Atau itu ego belaka Karena merasa diri dinista Kini , kupasrahkan diri pada NYA Biar DIA yang menentukan Namun kuyakin adanya , DIA maha bijaksana Oh Tuhan , Beri aku petunjukmu
  • 3

    Oct

    Mempasrahkan Diri

    Mata kecil menatap cermin Memandang kerut wajah yang tak lagi licin Mengurut kelopak mata yang tampak lelah , karena beban. Adakah kemelut hati akan terbebas Adakah masalah tak lagi singgah Karena punggung ini sudah terasa lelah. Aku bertanya pada bayangan wajahku Apakah salah itu milik orang papa Apakah salah hanya milik orang yang tak kuasa Ataukah diam artinya bersalah juga. Mengapa , Orang lebih percaya dasi Ataukah, Keluhan budak dianggap basi. Kemarin aku tersuruk Hari ini pun aku hampir terpuruk Tapi kuyakini Ini bukan sesuatu yang buruk. Aku akan tetap bermohon Berdoa dan menadah Agar aku selalu tabah Agar semua orang mengerti apa itu salah. by : Igas Qasta
- Next

Author

Follow Me